KABUPATEN BEKASI – PT Selatox Bio Pharma resmi menggelar Grand Opening Ceremony fasilitas manufaktur farmasi biologis di kawasan industri Jababeka, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Senin (20/07/2026). Mengusung tema “Pursuing the Highest Quality, Delivering the Finest Beauty” atau “Mengejar Kualitas Tertinggi, Menghasilkan Keindahan Terbaik”, perusahaan menegaskan komitmennya menghadirkan produk biologis berkualitas global dari Indonesia.
Peresmian pabrik tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. yang sekaligus menyerahkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB/Good Manufacturing Practice/GMP) kepada Mr. Joh Young Hoon, CEO PT Selatox Bio Pharma.
Dalam sambutannya, Prof. Taruna Ikrar menyampaikan bahwa fasilitas produksi PT Selatox Bio Pharma telah memenuhi standar internasional setelah melalui proses evaluasi yang sangat ketat oleh BPOM RI.
“Produk ini sebetulnya juga dapat digunakan untuk kepentingan kosmetik maupun berbagai produk biologis lainnya. Secara global, pangsa pasar produk biologis saat ini sudah mencapai sekitar 65 persen. Hari ini kita resmikan sekaligus memberikan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB/GMP),” ujar Taruna.
Ia menegaskan, sertifikat yang diberikan BPOM bukan sekadar memenuhi standar nasional, tetapi telah mengacu pada standar global.
“Sebagai lembaga negara, standar yang kami berikan bukan lagi standar lokal, melainkan standar global. BPOM merupakan salah satu regulator yang diakui dunia dan termasuk dalam jajaran regulator terbaik di dunia. Seluruh proses sertifikasi ini telah melalui tahapan yang sangat ketat. Kami berharap produk yang dihasilkan dapat dinikmati masyarakat luas,” katanya.
Menurut Taruna, fasilitas PT Selatox Bio Pharma juga menjadi tonggak penting bagi industri farmasi nasional karena akan memproduksi botulinum toxin (botox) pertama di Asia Tenggara, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri bioteknologi Indonesia di tingkat internasional.
Sementara itu, Mr. Joh Young Hoon, CEO PT Selatox Bio Pharma, menjelaskan bahwa perusahaan merupakan perusahaan manufaktur farmasi yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan didirikan pada tahun 2022.
PT Selatox Bio Pharma merupakan anak perusahaan dari Daewoong Pharmaceutical, perusahaan farmasi asal Korea Selatan yang telah dikenal secara global dalam pengembangan dan produksi berbagai produk biologis, termasuk botulinum toxin.
“Kami berkomitmen menghadirkan produk biologis berkualitas tinggi melalui teknologi manufaktur modern yang memenuhi standar internasional. Kehadiran fasilitas ini di Indonesia merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk mendukung perkembangan industri farmasi dan bioteknologi nasional,” ungkapnya.
Dengan diresmikannya fasilitas produksi tersebut, PT Selatox Bio Pharma diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri farmasi nasional, meningkatkan investasi sektor kesehatan, membuka lapangan kerja, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi produk biologis berstandar global di kawasan Asia Tenggara. ( Sofyan)








